Tampilkan postingan dengan label waktu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label waktu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juni 2016

TENTANG PERJALANAN (MUDIK)



 = suatu renungan / pengharapan =

bukan hari-hari yang seperti melesat berlewatan,
bukan putaran jarum jam yang seperti cepat berdetakan,

namun......

rasanya.....belum cukup waktu
’tuk mereguk nikmat hidangan jiwa,

rasanya..... belum cukup mampu
’tuk menghapus mendamba dunia,

padahal........

telah Engkau bentangkan langit rahmat-Mu,
telah Engkau hamparkan permadani barakah-Mu.

hingga sepertinya .......

ingin-ku selamanya seperti saat ini,
ingin-ku senantiasa sertakan sejuk imani,
pada saat jiwa dan raga ini,
tengah rapuh karena menumpuk lalai.

inikah suatu tanda bagi diri......

bahwa perjalanan mudik panjang kekampung-Mu,
semakin berkurang hitungan waktu,
bahwa pergiliran mengantri kepintu-Mu,
semakin berkurang hitungan menuju pengadilan-Mu.

ya.....Tuhanku....

sisakan sepercik bening ampunan-Mu,
‘tuk ku usapkan pada setiap sudut ruang hati,
‘tuk ku sertakan  pada setiap jejak langkah kaki,
‘tuk ku basuhkan pada setiap gerak pucuk  jari.

ya....Tuhanku.....

jadikan sisa hidup fana ini,
sebagai selalu merindu pada keridhaan-Mu,
agar ku tak malu mengadu pada-Mu,

jadikan pula mudikku ke kampung-Mu nanti,
sebagai yang diiringi wajah nan gembira,
bukan dengan wajah tertunduk hina.

Senin, 08 Februari 2016

MENJEMPUT HARAPAN




- catatan seorang isteri untuk suaminya –
 (yang diekspresikan pada hari ulangtahun perkawinan)

mengurai lembaran hari berlalu
dalam suam hangat pagi berpadu
dalam lembut dingin malam beradu
dalam kenyataan dan harapan menyatu

seperti…..terbuka kembali,
ruang-ruang waktu - dulu, kemarin dan kini,
detik-detik hari telah bergilir sebanyak kali,
detak-detak hati telah bertabur selaksa arti,
kemudian kan meniti – menggapai,

saat siang tegar menerang….
saat separo-bulan menghias petang....
saat kabut temaram segalah pandang…..
saat setapak-jalan menanjak membentang…..

saat desir suara mengalir menjalarkan irama
saat tersirat memancar bias rona purnama
saat cahaya semburat menembus pintu sukma
saat buai hasrat dambaan nyata

yang kini kemudian…. seakan membawa terbang
meraih - menjemput – mewujud harapan kan-menjelang

karena….. …

bahwa kini memang tak lagi di peraduan sendiri
bahwa kini memang telah selayar mengarungi
pada setiap tepi – setiap pantai

pada setiap detik – setiap waktu,
pada setiap langkah – setiap merindu,
nan seperti takhenti ku-berpaut-kan -
tak surut ku-bergayut –kan,
pada yang disampingku,

karena….
ini memang bukan impian semata,
ini memang pahatan untaian nyata,
yang luruh bersama kebeningan air mata bahagia,
yang larut bersama kejernihan siraman haru jiwa.

hingga…
aku tertunduk dalam permunajatan...

ya…Yang Kuasa…
jadikan setiap peluh kami - sebagai bangunan berhiaskan ke-hikmah-an
jadikan setiap saat kami - sebagai suratan bertaburkan ke-barakah-an.

Sabtu, 26 Desember 2015

Catatan / Renungan Akhir Tahun


=TENTANG WAKTU=

sesungguhnya, waktu telah mengingatkan….

bukan kehampaan kosong menyendiri di tempat sunyi,
bukan terang bunga api dan berisik terompet berbunyi,
bukan hingar bingar musik bernyanyi.

sesungguhnya, waktu telah mengingatkan….

seperti halnya rambut yang berubah warna,
seperti halnya sakit-nya raga,
seperti halnya menyusutnya kulit kita.

bahwa….
tujuan perjalanan semakin mendekati,
bahwa….
hamparan hari-hari telah terlewati,
bahwa….
lembaran buku-buku suratan telah terjalani.

sesungguhnya, waktu telah mengingatkan….

bahwa….
para pengantri sedang menunggu pergiliran,
bahwa ….
para pengabdi sedang bersiap memenuhi pemanggilan.

sesungguhnya, waktu telah mengingatkan….

wahai diri yang  bersimbahan hiasan fanawi….
wahai diri yang  menumpuk menggunung alpa….

sedangkan… kini….
antaran detak waktu telah terlalui,
yang …. tak-kan pernah berbalik kembali,
yang …. tak-kan pernah berhenti menanti,

kini……
tibalah saat menyadari…..
amalan  ihsan-i telah menyongsong terhiasi….

ya…Tuhanku…
gelarkan tikar ke-sabar-an sebagai pijakan kakiku,
nyalakan pelita ke-tawadhlu-an sebagai penerang  1/3  malamku,
patrikan marka ke-istiqomah-an sebagai penentu arahku,
petakan rambu ke-ikhlas-an sebagai penentu jalanku,
tebarkan aroma ke-tasyakur-an sebagai penghias amalanku.

ya…Tuhanku…
lindungi aku dari habisnya usia…
tanpa aku bersiap sedia…
‘tuk himpun bekal yang nanti kubawa…

saat menempuh jalan ridha-Mu nan baqa.…

Selasa, 02 Februari 2010

TENTANG WAKTU - pengharapan



dalam bentangan waktu,
matahari dan bulan berputar teratur pada edarnya
dalam bilangan waktu,
siang dan malam berjanji saling berganti menyapa dunia
dalam hamparan waktu,
harmoni irama nada semesta mengalir menghiasi masa
dalam hitungan waktu,
detak jantung-jantung memberi sinergi mengiringi gerak manusia

semuanya adalah puji dan puja bagi Sang Maha Pencipta
semuanya adalah usap kasih Sang Maha Kaya
semuanya adalah uraian lembaran suratan Sang Maha Perencana

ya.... Tuhanku....
dengan apa aku menyapa,
sedangkan Engkau telah limpahkan karunia
dengan apa aku menghiba,
sedangkan Engkau telah kuasa tetapkan semua
dengan apa aku membawa,
sedangkan Engkau telah miliki segala

ya.... Tuhanku....
tasbih ini...
bukan semata agar aku dapat merasakan seperti dekat kursi-Mu
tahmid ini...
bukan semata agar aku dapat merasakan sebagian nikmat surga-Mu
takbir ini...
bukan semata agar aku dapat jauh dari panas neraka-Mu

ya....Tuhanku....
sibukkan waktuku 'tuk senantiasa mengikuti jejak rasul kekasih-Mu
penuhkan waktuku 'tuk senantiasa menghiaskan amal ihsani
isikan waktuku 'tuk menetapi ke-tawakal-an hati

ya....Tuhanku....
basuhkan sejuk ridho-Mu,
agar jadikan waktuku senantiasa sebagai pengabdianku pada-Mu
percikkan jernih ampunan-Mu,
agar jadikan waktuku senantiasa sebagai penawar rinduku pada-Mu
taburkan pernik hidayah-Mu,
agar jadikan waktuku senantiasa tertuju pada pintu surga-Mu


TENTANG WAKTU (renungan tahun baru - bagian ke dua)

sesungguhnya, waktu telah mengingatkan
bahwa, tujuan perjalanan semakin mendekati
bahwa, hamparan hari-hari telah terlewati
bahwa, lembaran buku-buku suratan telah terjalani

sesungguhnya, waktu telah mengingatkan
bukan kehampaan kosong menyendiri di tempat sunyi
bukan terang bunga api dan berisik terompet berbunyi
bukan hingar bingar musik bernyanyi

sesungguhnya, waktu telah mengingatkan
bahwa, para pengantri sedang menunggu pergiliran
bahwa , para pengabdi sedang bersiap memenuhi pemanggilan

sesungguhnya, waktu telah mengingatkan
bahwa tiada arti perhiasan duniawi
bahwa tiada arti kehidupan fana-wi
kecuali, … terhiasi ridho Illahi

wahai diri yang menyadari,
kini … antaran detak waktu telah terlalui
yang … tak akan pernah berbalik kembali
yang … tak akan pernah berhenti menanti
kini … amalan ihsan-i telah menyongsong terhiasi

ya…Tuhanku…
gelarkan tikar ke-sabar-an sebagai pijakan kakiku
nyalakan pelita ke-tawadhlu-an sebagai penerang sepertiga malamku
patrikan kompas ke-istiqomah-an sebagai penentu arahku
petakan rambu ke-ikhlas-an sebagai penentu jalanku
tebarkan aroma ke-tasyakur-an sebagai penghias amalanku

ya…Tuhanku…
lindungi aku dari habisnya usia…
tanpa aku bersiap sedia…
‘tuk himpun bekal yang nanti kubawa…
Ketika kelak hendak kuketuk pintu surga…


RENUNGAN BAGI YANG SEDANG BERULANGTAHUN



TENTANG WAKTU

adalah waktu yang berjalan pasti

ketika pagi memendarkan sinar mentari
ketika siang mengalirkan panasnya bumi
ketika senja menyemburatkan bayang harmoni
ketika malam menutupkan misteri sunyi

adalah waktu yang berjalan pasti

tak pernah akan dapat kembali
tak pernah akan dapat menanti

adalah waktu yang berjalan pasti

sebagai PENGINGAT diri
bahwa perjalanan justru telah semakin mendekati kampung abadi
bahwa PARA PENG-ANTRI telah harus bersiap diri

adalah dalam waktu yang berjalan pasti

telah tertuang jawaban
yang terungkap 'tuk pertanyaan:
- siapa yang menghamparkan bumi sebagi tempat pengabdian
- siapa yang menegakkan hutan dan gunung berjajaran
- siapa yang memoleskan warna-warni bunga dengan keindahan
- siapa yang mengatur rotasi alam raya dalam keselarasan
- siapa yang menuliskan nasib dalam suratan

adalah DIA, SANG MAHA SEGALA

yang...merencanakan lama detak jantung manusia
yang...menetapkan jasad 'tuk ditiupkan ruh nyawa
yang...berkuasa atas mati dan hidup kita

adalah DIA, SANG MAHA SEGALA

pengharapanku pada-Mu...ya...Tuhanku...
langkahkan kakiku
dengan selalu menapaki jejak rasul kekasih-Mu
tetapkan pandangan mataku
dengan selalu tertuju pada tempat dahi persujudanku
gerakkan tanganku
hanya untuk seperti halnya ketika takbir pada shalatku

pengharapanku pada-Mu...ya...Tuhanku...
hiasi waktuku
dengan keikhlasan ridho-Mu
sibukkan waktuku
dengan selalu mengingat-Mu
penuhkan waktuku
dengan selalu mengumpul bekal taqwa 'tuk menghadap-Mu