Tampilkan postingan dengan label persahabatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label persahabatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Desember 2017

TENTANG PERSAHABATAN

(mengapa kemudian banyak yang berubah menjadi
lebih dari persahabatan)

manakala….
sorot mata berbinar merenda,
seakan berkata......
bahwa hati ini kan merindu harmoni.

manakala....
cerah senyum berpendar menjelma,
seakan menyapa.....
bahwa hari ini kan mematri janji.

padahal.....
sebersitpun tak boleh menyirati,
dengan percikan sejuknya embun berpelangi.

padahal....
sedetikpun tak hendak menghiasi,
dengan pahatan indahnya dambaan mahligai.

sedangkan...... tak sanggup dihindari.........

daun-daun telah bertaburan
menebar – menutup bangku di taman,

sedangkan .....tak mampu diingkari.......

walau sebatas hanya dalam mimpi.......
inginku.......
ikat gerai lembut rambutmu... dengan...
        saputangan harapan,
inginku.......
lempar hening air kolam ... dengan...
         bebatuan kenangan.

-------nn ------

Selasa, 02 Februari 2010

materi

KARAWANG BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

Karya Chairil Anwar


======