(Catatan seorang wanitai)
bukan harus dari
keluarga raja,
bukan harus
dengan menjadi panglima,
bukan harus mampu
membawa panah senjata,
bukan harus
mematut perkasa raga,
bukan harus
berhadap-saing pada pria,
aku bukan srikandi,
tak ada keluarga
– melainkan dibangun dengan harmoni,
tak ada panglima
– melainkan dipimpin hati,
tak ada panah
senjata – melainkan dibusur empati,
tak ada kekuatan
raga – melainkan dilapis budi,
walau aku bukan
srikandi,
namun .... takkan
terputus-hapus , dirudung balut cobaan,
takkan
meredup-memudar , diterpa hembus kedukaan,
takkan meluruh-menghambur
, dilanda gelora kelukaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar