Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Oktober 2017

BUKAN SEBATAS SELINTAS MENYATA




padahal…… tak pernah sengaja ‘ntuk menjanji …
sebagai pertautan lembaran hari ,
padahal….. tak pernah berani ‘ntuk menyadari…
sebagai seirama senandungkan memori,

yang bukan sebatas selintas semata,
yang bukan seharusnya menjadi menyata,

yang mengalir - menerpai payung dalam gemerisik hujan,
yang menggulir – menjalari kursi dalam taman restoran,

juga ….
pada lembut pundak tersentuh rengkuhan….
pada debar tangan tergamit gandengan…
pada cerah sudut air terhias bayangan…

hingga…..
terbalutkan dengan menggelorakan pendaman…
hingga….

terhiaskan dengan menebarkan berlaksa kenangan…


#untukhen#

Senin, 16 November 2015

BIAR-KAN...... HINGGA …..





(suatu saat - ketika hujan turun di jogja)

biar-kan setangkup payung  kan-menaungi –
sesosok bayangmu yang tersisa di bangku restoran,

boleh-kan serintik hujan  kan-memerciki –
sedetak debarmu yang teralir di sudut tatapan,

hingga......kauberikan jawaban –
tentang.....
bagaimana cara ’tuk redakan -
terpaan arti yang tadi menyerta ucapmu,

hingga.....kudapatkan jawaban –
tentang.....
bagaimana cara ’tuk lupakan –
hiasan memori tentangmu - yang pernah  menyapa waktuku.

#buat : aan#

Rabu, 21 Oktober 2015

DI KAKI SINDORO... DULU.... HUJAN TURUN TERLALU PAGI


(Untuk Memenuhi Permintaan Teman KKNUGM
 di Temanggung....Dulu......)

di kaki sindoro....dulu......
rerintikan hujan berpencar menabur terlalu pagi,
butiran embun bergulir melebur terlalu dini,
sedangkan bening kesejukan belum sempat membasuhkan arti,

di kaki sindoro....dulu......

sepertinya sesaat sehampiran semata,
padahal.....secercah senyummu telah merangkai ber-ribu wewarna,
padahal... seucap katamu telah mengurai ber-laksa nuansa,

diiringi senada merinai lirih di kelopak hati -
yang membersit merindu menambatkan harmoni,

ditimpali secercah semburat bayang waktu -
yang sekejap pernah mengharap hiaskan hari bersamamu,

di kaki sindoro .....dulu.......

seakan pertamakali membuyarkan sunyi,
ketika dalam diam mendamba terpateri hiasan janji,

walau.....kini kemudian menyadari,
bahwa tak akan ada lagi waktu ‘tuk merajut memori,
walau.....sekedar hanya sebatas mimpi........

- buat "aan" -