Tampilkan postingan dengan label ketenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ketenangan. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Februari 2016

MENJEMPUT HARAPAN




- catatan seorang isteri untuk suaminya –
 (yang diekspresikan pada hari ulangtahun perkawinan)

mengurai lembaran hari berlalu
dalam suam hangat pagi berpadu
dalam lembut dingin malam beradu
dalam kenyataan dan harapan menyatu

seperti…..terbuka kembali,
ruang-ruang waktu - dulu, kemarin dan kini,
detik-detik hari telah bergilir sebanyak kali,
detak-detak hati telah bertabur selaksa arti,
kemudian kan meniti – menggapai,

saat siang tegar menerang….
saat separo-bulan menghias petang....
saat kabut temaram segalah pandang…..
saat setapak-jalan menanjak membentang…..

saat desir suara mengalir menjalarkan irama
saat tersirat memancar bias rona purnama
saat cahaya semburat menembus pintu sukma
saat buai hasrat dambaan nyata

yang kini kemudian…. seakan membawa terbang
meraih - menjemput – mewujud harapan kan-menjelang

karena….. …

bahwa kini memang tak lagi di peraduan sendiri
bahwa kini memang telah selayar mengarungi
pada setiap tepi – setiap pantai

pada setiap detik – setiap waktu,
pada setiap langkah – setiap merindu,
nan seperti takhenti ku-berpaut-kan -
tak surut ku-bergayut –kan,
pada yang disampingku,

karena….
ini memang bukan impian semata,
ini memang pahatan untaian nyata,
yang luruh bersama kebeningan air mata bahagia,
yang larut bersama kejernihan siraman haru jiwa.

hingga…
aku tertunduk dalam permunajatan...

ya…Yang Kuasa…
jadikan setiap peluh kami - sebagai bangunan berhiaskan ke-hikmah-an
jadikan setiap saat kami - sebagai suratan bertaburkan ke-barakah-an.

Jumat, 10 Juni 2011

UNTUK YANG SEDANG BERSEDIH

(bagian ketiga dari lima tulisan)

janganlah biarkan kerentanan asa
terombang-ambing gelombang hampa,

janganlah lepaskan pegangan tangan
pada tali tambatan,

karena…..
bisikan godaan telah siap menabur semu janji,
tebaran dengki telah sedia menerpa hati.

bergembiralah dalam pengharapan,
bermohonlah dalam kesabaran,

maka.....
kan mengalir siraman kesejukan,
kan mengusap elusan kelembutan,
kan merebak aroma wewangian.

karena - sesungguhnya....
setelah kesulitan - kan hadir kemudahan,
setelah kesempitan – kan hadir kelapangan.

karena – sesungguhnya....
Dia-lah Sang Perencana Segala,
Dzat yang senantiasa memberi – pada hamba yang meminta,
Dzat yang senantiasa menghampiri – pada hamba yang mendekati

yang....
rerintik kemurahan-Nya –
adalah air jernih penghapus galau sukma,

yang...
percik ke-rahiim-an-Nya –
adalah embun bening penglapis sejuk jiwa.

Jumat, 03 Juni 2011

CATATAN SEORANG YANG RINDU KAMPUNG HALAMAN


sepertinya rerumputan di halaman membawa kabar berita
tentang saudara-saudara yang jauh di kampung-di seberang sana,
sepertinya desir dingin angin mengalirkan ramah sapa,
tentang handai-taulan yang dulu jadi teman bercakap canda.

bukan kesendirian yang menjadi ketakutan,
bukan kesunyian yang menjadi kejemuan,
bukan kejauhan yang menjadi keterpaksaan.

ya…. Tuhanku.....
jadikan setiap hariku adalah penghapus bayang keraguanku,
jadikan setiap buku bacaanku adalah pelepas dahaga akan ilmu-Mu,

jadikan setiap lembar hari-ku senantiasa memercikkan kegembiraan,
jadikan setiap baju harianku senantiasa berhiaskan kesabaran,

lalu….. jadikan ketenangan jiwaku- sebagai kekuatan.

ya…..Tuhanku…
hanya pada-Mu kupasrah-sandarkan…
segala ruas ruang buku suratan,
hanya pada-Mu kukait-tautkan...
segala jejak jalan menjemput harapan.

---------