apakah anda sedang memerlukan pencerahan/ memikirkan/ merenungkan tentang "sesuatu"_ maka silahkan pilih tema yang sesuai pada webblog ini....
Jumat, 14 Juni 2019
Kamis, 02 Mei 2019
YANG DULU... YANG KEMARIN LALU... YANG (TAK) PERNAH TERLUPAKAN.....
(kenangan manis mesti berlalu -
bagian ke dua)
sesaat dulu.....
nan mengalirkan elok rerona,
pada segores sebersit pesona,
yang...sepertinya pernah terlupakan.
sesaat kemarin lalu.....
nan menjalinkan bulir-bulir memori,
pada sesosok serenada harmoni,
yang....sepertinya tak pernah
terlupakan,
selewat seucap lembut nadamu....
walau itu bukan sonata untukku,
selewat sebening sudut matamu....
walau terhalang bayang kacamatamu,
hingga......
tak sadar menggambar seberkas sisa
kenangan,
tak tahan menangkap sebayang puing
harapan,
tak segan mencuri sekejap desir
tatapan.
-- nnm --
Sabtu, 16 Desember 2017
TENTANG PERSAHABATAN
lebih dari persahabatan)
manakala….
sorot mata berbinar merenda,
seakan berkata......
bahwa hati ini kan merindu harmoni.
manakala....
cerah senyum berpendar menjelma,
seakan menyapa.....
bahwa hari ini kan mematri janji.
padahal.....
sebersitpun tak boleh menyirati,
dengan percikan sejuknya embun berpelangi.
padahal....
sedetikpun tak hendak menghiasi,
dengan pahatan indahnya dambaan mahligai.
sedangkan...... tak sanggup dihindari.........
daun-daun telah bertaburan
menebar – menutup bangku di taman,
sedangkan .....tak mampu diingkari.......
walau sebatas hanya dalam mimpi.......
inginku.......
ikat gerai lembut rambutmu... dengan...
saputangan harapan,
inginku.......
lempar hening air kolam ... dengan...
bebatuan kenangan.
-------nn ------
about
bangku taman,
harapan,
harmoni,
kenangan,
persahabatan,
pesona,
sahabat,
saputangan
Senin, 06 November 2017
BUKANKAH BULAN TAK PERNAH BERJANJI
entah keberapakah musimnya…
dan masih mencoba memadu menyapa…
sedangkan tangan hanya bisa menulis kata,
sedangkan hati hanya bisa melukis wewarna,
bukankah bulan tak pernah berjanji,
bahwa ia kan selalu berpendar,
melainkan semata hendak menyebar keharmonian,
bukankah bintang tak pernah berjanji,
bahwa ia kan selalu berpijar,
melainkan semata hendak menebar keceriaan,
ah… hingga rasanya…
ingin menjumput seujung senyummu,
yang menoreh pada selayar memaya,
ingin menangkup sebersit tatapmu,
yang menggores pada segambar rerasa,
biar tak lagi ada…
rindu yang tersamar suka,
cinta yang terpenjara masa,
dan yang tak putus dirudung malam,
dan yang tak pupus di
kenangan silam.
Kamis, 19 Oktober 2017
BUKAN SEBATAS SELINTAS MENYATA
sebagai
pertautan lembaran hari ,
padahal…..
tak pernah berani ‘ntuk menyadari…
sebagai
seirama senandungkan memori,
yang
bukan sebatas selintas semata,
yang
bukan seharusnya menjadi menyata,
yang
mengalir - menerpai payung dalam gemerisik hujan,
yang
menggulir – menjalari kursi dalam taman restoran,
juga
….
pada
lembut pundak tersentuh rengkuhan….
pada
debar tangan tergamit gandengan…
pada
cerah sudut air terhias bayangan…
hingga…..
terbalutkan
dengan menggelorakan pendaman…
hingga….
terhiaskan
dengan menebarkan berlaksa kenangan…
#untukhen#
Langganan:
Postingan (Atom)



