Senin, 16 November 2015

BIAR-KAN...... HINGGA …..





(suatu saat - ketika hujan turun di jogja)

biar-kan setangkup payung  kan-menaungi –
sesosok bayangmu yang tersisa di bangku restoran,

boleh-kan serintik hujan  kan-memerciki –
sedetak debarmu yang teralir di sudut tatapan,

hingga......kauberikan jawaban –
tentang.....
bagaimana cara ’tuk redakan -
terpaan arti yang tadi menyerta ucapmu,

hingga.....kudapatkan jawaban –
tentang.....
bagaimana cara ’tuk lupakan –
hiasan memori tentangmu - yang pernah  menyapa waktuku.

#buat : aan#

Kamis, 12 November 2015

ADALAH SEBATAS........




= suatu saat di yogyakarta =

pada redup mentari sore menepi -
seumpama melebur membaluri hari,
pada segaris larik samar pelangi -
seumpama segores rindu menanti,

juga.........
pada batas cakrawala landasan bandara,
pada lalu lalang lalulintas kota,
pada ujung bait lagu yogyakarta,

seperti merajut perca-perca harmoni,
seperti menebar bulir-bulir memori,

seumpama sejumlah rerintik hujan -
       yang menerpa pada payung naungan,
seumpama semburat lampu restoran –
       yang menimpa pada sudut senyuman,

adalah sebatas hiasan .....
       seperti yang dulu pernah tergambarkan,
adalah sebatas harapan .....
       seperti yang dulu pernah terdiamkan,
adalah sebatas kenangan .....
       seperti yang dulu pernah terlupakan.


_memenuhi permintaan aan_




Minggu, 01 November 2015

DULU.....DI KAKI SINDORO (bagian satu)




(untuk memenuhi permintaan teman KKN di Temanggung,...dulu...)

akankah dapat tergambar kembali –
           dengan goresan pena kenangan,
segurat senyum-mu yang dulu pernah mencerahkan kegundahan.

akankah dapat terekam kembali –
           dengan lantunan irama paduan,
serangkai kata-mu yang dulu pernah menaburkan keceriaan.

di kaki sindoro.....dulu.....
sewaktu dengan diam – terucap harapan,
sewaktu dengan sunyi - terungkap dambaan,

di kaki sindoro.....dulu.....
sewaktu lengang jalan berbatu membangunkan hati,
sewaktu padi kuning meraya menggelarkan arti,

di kaki sindoro.....dulu.....
bahkan reranting belukar-pun menyibakkan sebersit asa,
bahkan dedaun tembakau-pun merebakkan aroma pesona.

Rabu, 21 Oktober 2015

DI KAKI SINDORO... DULU.... HUJAN TURUN TERLALU PAGI


(Untuk Memenuhi Permintaan Teman KKNUGM
 di Temanggung....Dulu......)

di kaki sindoro....dulu......
rerintikan hujan berpencar menabur terlalu pagi,
butiran embun bergulir melebur terlalu dini,
sedangkan bening kesejukan belum sempat membasuhkan arti,

di kaki sindoro....dulu......

sepertinya sesaat sehampiran semata,
padahal.....secercah senyummu telah merangkai ber-ribu wewarna,
padahal... seucap katamu telah mengurai ber-laksa nuansa,

diiringi senada merinai lirih di kelopak hati -
yang membersit merindu menambatkan harmoni,

ditimpali secercah semburat bayang waktu -
yang sekejap pernah mengharap hiaskan hari bersamamu,

di kaki sindoro .....dulu.......

seakan pertamakali membuyarkan sunyi,
ketika dalam diam mendamba terpateri hiasan janji,

walau.....kini kemudian menyadari,
bahwa tak akan ada lagi waktu ‘tuk merajut memori,
walau.....sekedar hanya sebatas mimpi........

- buat "aan" -

Jumat, 07 Desember 2012

PENGHARAPAN SEORANG WANITA - yang sedang teringat sosok ibu....



( Edisi : WANITA – bagian kelima - : Maulid Nabi )


dulu….

masih ada tangan diusapkan ibu
yang kan menawarkan pilu

masih ada cerita dituturkan ibu
yang kan mewarnakan kalbu

masih ada senyum ditorehkan ibu
yang kan meluruhkan ragu

‘tuk bekalku - bangunkan harapan
‘tuk bawaku - sertakan perjalanan

kini…..sepertinya…..

kehidupan dewasa mungkin tak seramah gambaran dulu
kenyataan dewasa mungkin tak senyaman dambaan dulu

padahal….
jalan panjang kan masih terhampar dalam penantian
rentang peran kan masih terbentang untuk penitian

akhirnya…….
tak hendak aku ingkari
tak pelak aku akui
hanya pada-Mu aku rebah sandarkan
hanya bagi-Mu aku sembah sujudkan

kini …sepertinya…..
ya….Tuhan yang Perkasa ……..

aku rindu pada Rasul kekasih-Mu
Sang penebar kesejukkan di sepanjang bentang jaman

aku rindu pada Rasul kekasih-Mu
Sang penolong pemberi cinta tak bertepuk sebelah tangan

Ya….Tuhan yang Kuasa……
pahatkan pada jiwaku –
ketegaran dan ketulusan Khodijah
tanamkan pada pikirku –
kecerdasan dan kelembutan A’isyah
percikkan pada hatiku –
ke-zuhud-an dan keihklasan Fatimah

‘tuk bekalku-bangunkan keindahan akhlak ihsani
‘tuk bawaku-sertakan keelokan hiasan qur’ani

semata……
agar kudapatkan kasih Rasul junjunganku
agar kelak aku tak lagi malu
'tuk mengetuk pintu syurga-Mu

-----------